Tuesday, January 12, 2010

Prioritas Utama Manajemen Perusahaan Bukan Lagi SDM, Tapi Risiko

Senin, 25 September 2006 - 10:59 WIB

Isu-isu yang berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) saat ini sedang mengalami penurunan dalam daftar prioritas perhatian eksekutif perusahaan. Sebuah survei terbaru menemukan bahwa penanganan risiko telah mengambil alih prioritas perhatian top management dalam dunia usaha.

Survei tahunan yang diselenggarakan oleh Accenture atas 436 bos di Amerika, Eropa dan Asia mencoba melihat wilayah-wilayah kepedulian terbesar dari kalangan manajemen senior. Tujuannya, untuk memahami bagaimana prioritas-prioritas mereka telah bergeser sejak tiga tahun terakhir.

Setelah mengelola risiko, prioritas terpenting berikutnya adalah “mencapai pertumbuhan sambil meningkatkan keuntungan". Mengikuti pada urutan berikutnya adalah mendapatkan pelanggan baru dan memanfaatkan IT untuk mengurangi biaya dan menciptakan nilai.

Perubahan budaya organisasi dan sikap karyawan menempati ranking kelima dalam daftar, disusul kemudian oleh kebutuhan meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan, mempertinggi kinerja perusahaan, menambah nilai shareholder, menggunakan inovasi untuk mempertahankan kompetensi dan, akhirnya, memacu dan mempertahankan keahlian karyawan.

“Hasil studi baru ini menggambarkan betapa perusahaan-perusahaan menyadari, mereka harus menyelaraskan pertambahan risiko-risiko dalam kaitannya dengan guncangan geo-politik, globalisasi, pertumbuhan yang agresif, peningkatan kompetisi dan ledakan informasi,” kata Managing Director Accenture Walt Shill seperti dilaporkan Management-issues.

“Risiko-risiko tersebut telah mengantarkan perusahaan memasuki era baru strategi, di mana perusahaan-perusahaan dituntut kinerjanya yang tinggi terhadap sentimen isu-isu dan kesempatan-kesempatan potensial tersebut dan meresponnya untuk kemudian mengeksekusi strategi-strategi mereka dengan lebih cepat,” tambah dia.

Dalam sedikitnya tiga survei sejenis sebelumnya, isu-isu kemajuan perusahaan menempati urutan teratas dalam daftar prioritas eksekutif. Tapi, semua itu kini telah berubah, diambil alih oleh isu-isu kompetisi eksternal, demikian kesimpulan Accenture. Termasuk di dalamnya, memacu keahlian para staf serta mengubah budaya organisasi dan sikap karyawan.

Kendati perhatian terhadap isu-isu SDM telah berkurang, Shill percaya bahwa hal tersebut masih merupakan prioritas besar. “Isu-isu SDM telah melekat dalam isu-isu utama. Sebagai contoh, untuk mengefektivitaskan penanganan risiko, perusahaan harus memiliki –dan mempertahankan- top talent,” tunjuk Shill.

No comments:

Post a Comment